Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Desaku Purwakarta
Rp. 0
Keranjang masih kosong.

Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

SEMUA KATEGORI

PASIR KOLECER NANGEWER

Deskripsi:

Terletak Di Kampung Pasir Panjang disebelah Barat Desa Nangewer Disebuah Bukit gundul diatas Tanah Negara (TN) milik Desa Nangewer terdapat beberapa tiang Bambu yang ujung atas nya sematkan sebilah baling – baling berbahan kayu yang kata orang Sunda dinamakan KOLECER. Bukit yang dulunya sering dijadikan tempat mengembala Kerbau oleh Masyarakat karena rumputnya yang hijau dan segar, kini Bukit tersebut berubah menjadi Bukit KOLECER yang ramai dikunjungi para penggemar KOKOLECERAN. KOLECER bergerak karena adanya tiupan angin, dan ketika angin bertiup kencang KOLECER pun berputar dengan kencang hingga menghasilkan suara atau degukan yang keras, KOLOLECERAN adalah bentuk Syukur Manusia terhadap Angin yang Allah ciptakan untuk kehidupan karena Filosofi Angin yang tidak terlihat akan tetapi bisa menggerakan sesuatu perlu ditafakuri dan disyukuri bahwasanya itu semua karena Kekuasaan Allah SWT yang tidak ada tandingannya. MANG ADUL Warga Kampung Pasir Panjang RT. 23 yang pertama kali tertarik membuat KOLECER dan bermain KOLECER hampir disetiap hari dari pagi hingga sore sambil mengembala Kerbau miliknya, karena kesehariannya bermain KOLECER akhirnya MANG ADUL pun dijuluki ADUL KOLECER oleh Masyarakat sekitar. Semakin hari kegemaran MANG ADUL itu semakin banyak yang mengikuti dan akhir nya kini Bukit itu pun dipenuhi tiang – tiang KOLECER. Hampir setiap hari Para pengikut MANG ADUL ini menunggu angin datang dibawah tiang – tiang KOLECER, dan ketika angin datang mereka bersorak dan saling memperhatikan KOLECER nya masing – masing yang berputar dan bersuara keras seakan mempunyai kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya tak jarang juga mereka saling ejek satu sama lain nya ketika KOLECER mereka bersuara yang kurang keras, kegiatan KOKOLECERAN ini mereka kerjakan pada saat cuaca cerah dan angin kencang, akan tetapi Dibukit gundul itu angin selalu kencang karena kondisi Bukit yang Tinggi. bahkan dari sebagian mereka ada yang sampai dikirim makanan oleh keluarga nya ke tempat tersebut karena saking asik nya bermain KOLECER dan menunggu Angin datang. Tak jarang juga disetiap hari Sabtu mereka bermain KOKOLECERAN sampai malam hari jika cuaca cerah dan angin nya kencang, setelah Sholat Isya mereka Mulai berkumpul Di Bukit Kolecer. bagi penggemarnya, malam hari justru lebih seru dan tidak perlu berpanas – panasan matahari. Nah, itulah sedikit Cerita singkat tentang Bukit Kolecer yang ada Di Desa kami. Jadi, bagi Kalian yang suka KOLECER atau ingin tau cara nya membuat KOLECER datang saja ke Desa kami.. “Admin”

Lokasi: